Bagikan

TV10Newsgrup.Com, Pati – Bupati Pati Haryanto hari ini memimpin Gerakan Pungut Sampah, yang telah dihadiri oleh pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jateng.

Untuk para peserta agar membersihkan sampah yang memenuhi jalan, sungai, dan pintu air di Jalan Ki Ageng Selo didesa Blaru Kecamatan Pati Jawa tengah.

Maka di acara gerakan ini, dihadiri oleh Sekda, Kajari, Kapolres, perwakilan dari Kodim, para kepala dinas, asisten, kepala OPD, seluruh anggota TNI- Polri, Pramuka, Perangkat Desa Blaru, warga setempat, serta Satpol PP Kabupaten Pati.

“Hal ini Tentu kita sambut dengan baik tentang acara pungut sampah, tak hanya itu saja semua itu menjadi persoalan kita bersama, Sabtu (22/06).

Sering kali warga masyarakat pati, hanya cari mudahnya saja saat membuang sampah.

Ketika dekat sungai, pasti kebanyakan langsung membuang sampah disitu. Karena warga masyarakat menganggap tempat yang mudah untuk membuang sampah iya tempat ini”, kata Haryanto.

Padahal, ketika kebiasaan itu terus dilakukan tentunya sampah makin menumpuk pada saluran irigasi dan juga bisa berdampak buruk pada warga masyarakat setempat, karena bisa berdampak terjangkit penyakit.

“Kita sering adakan program seperti ini, bukan hanya kegiatan seremonial yang terpenting, adalah implementasi tentang perilaku warga masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sudah diterapkan di seluruh desa”, kata Bupati.

Disinilah pemerintah Kabupaten Pati, dalam menerangkan hal ini, bupati Haryanto berkata terkait sudah memiliki Perda terkait sampah. “Tinggal pelaksanaan saja yang perlu dilakukan lebih maksimal.

Sementara itu, Bupati Pati menegaskan bahwa ada beberapa desa yang sudah menerapkan buang sampah pada tempatnya melalui penyusunan Peraturan Desa (Perdes).

“Semua itu sudah terlaksana. Bahkan ada Kepala Desa yang menerapkan Perdes sampah dengan membuat petugas kebersihan yang dibiayai dari Dana Desa.

Ini tentu boleh dilakukan, seperti untuk pembelian gerobak sampah dan pembuatan tempat,” tegas bupati.

Selain itu, Haryanto juga mengatakan bahwa tentang sampah ketika tidak segera ditangani akan menjadi persoalan dimasing-masing wilayah dan menjadi sumber penyakit.

“Kalau kita hanya mengandalkan pasukan kuning tentunya tidak akan maksimal”, kata Bupati.

“Oleh karena itu, untuk di perkotaan tidak menjadi masalah, tetapi untuk di wilayah pedesaan dan di tepi jalan masih dijumpai sampah berserakan, karena banyak yang sudah dibuang tidak pada tempatnya,”imbuhnya.

Tak hanya itu, Haryanto juga prakarsai acara seperti ini janganlah hanya seremonial semata.

“Kita bisa mencontoh Desa Cebolek, di mana saat aturan buang sampah sudah diterapkan, kami ingin warga jangan sampai membuang sampah sembarangan akan dikenai denda dan akhirnya sekarang masyarakatnya di sana sudah tertib.

Pada kesempatan yang sama, Ammy Rita Manalu Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Menyebutkan untuk Limbah Bahan Berbahaya, Beracun dan Pengendalian Pencemaran serta Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup maupun Kehutanan Provinsi Jateng.

Selama kegiatan Gerakan Pungut Sampah ini dilakukan di seluruh Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu bentuk kampanye lingkungan, untuk menggugah kepedulian seluruh lapisan dan kalangan masyarakat dalam pengelolaan sampah. (@gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × three =