Semua Sekolah Harus Menjadi Sekolah Favorit

0
83
Bagikan

TV10Newsgrup.Com, Nasional -Dhanang Sasongko Sekjen Komnas Perlindungan Anak menyebutkan bahwa sekolah bukan hanya untuk anak yang cerdas akademis, yang nilai ujian nasionalnya tinggi, tapi harusnya untuk seluruh anak Indonesia.

Disini  Sekolah bukan untuk berkompetisi, tapi bagaimana mampu berkolaborasi, tempat tumbuh dan berkembang tentang anak-anak yang nyaman, aman membuat mereka bahagia.

Saat ini masalahnya bukan di zonasi, tetapi karena pemerintah tidak mampu membuat semua sekolah menjadi sekolah favorit, seharusnya itu merata kualitasnya, SDMnya, sarana dan prasarananya, Rabu (19/6).

Dimana harusnya jangan Ujian Nasional menjadi acuan masuk sekolah negeri, kalau itu terjadi maka akan ada berkumpul satu sekolah dengan anak2 yang nilainya tinggi.

Ada lagi sekolah yang muridnya semua nilainya rendah. Ini tidak baik bagi perkembangan anak-anak secara keseluruhan, setidaknya bisa berdampak pada kemampuan sosial emosionalnya, kepercayaan diri, tingkat stres dan sebagainya.

Untuk sistem zonasi ada baiknya, pemerataan kemampuan anak, dekat dengan rumah, lebih banyak waktu berkumpul dan berkomunikasi dengan teman-teman dekat lingkungannya, masalah keamanan dan lainnya

Oleh karena itu, Pemerintah harus mewujudkan semua sekolah menjadi sekolah favorit, setara kualitas sumber daya manusianya, kelengkapan sarana prasarana, laboratorium, pembangunan gedungnya dan standar lainnya

Sebagaimana tentang Bantuan pemerintah harus merata, tidak hanya fokus kepada sekolah-sekolah yang dianggap favorit.

Semua itu, sekolah harus mendapat bantuan yang sama, bahkan harusnya lebih memprioritaskan pada yang masih minim sarana prasarananya.

Kalau semua sudah diwujudkan, maka tahun depan tidak ada lagi masalah dalam penerimaan peserta didik baru, karena semua sekolah adalah favorit.

Amanat dalam UU Dasar adalah anak anak yang fakir dan tidak mampu dipelihara oleh negara.

Tidak boleh hanya karena bisa bersaing karena nilai, kemudian harus masuk sekolah swasta, kalau tidak mampu membiayai.

Kemudian putus sekolah, ini tidak boleh terjadi. Negara WAJIB membantu mencarikan solusinya”, tandas Sekjen Komnas Perlindungan Anak Dhanang Sasongko.(@gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 5 =