Bagikan

TV10Newsgrup.Com,TUBABA .

Tentang Beredarnya kabar dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Provinsi Lampung bakal menerapkan aturan larangan siswa membawa ponsel Di sekolah.

Ditempat yang sama,Kepala Dinas Pendidikan Tubaba Amrullah mengatakan, kepada awak media dengan adanya ketegasan ini yang sudah diterapkan aturan bahwa larangan tersebut.” Menurutnya bertujuan untuk menghindari dampak negatif  di kalangan para pelajar “Makanya  Sangat setuju sekali dengan adanya larangan membawa handphone.

“Bersama aturan ini, kami akan segera mengumpulkan semua para pelajar sekolah untuk di bahas untuk kedepan, agar Siswa-Siswi sekolah bisa  terhindar dari dampak negatif penggunaan handphone khususnya pada saat belajar.

Dengan himbauan ini semoga orang tua dapat mendukung kebijakan kami ini,” kata Amrullah, di sela-sela persiapan lomba UKS tingkat Provinsi Lampung di SMPN 3 Tumijajar, Senin (15/10).

Menambahkan, Amrullah juga menegaskan tentang pemberlakuan larangan membawa HP akan diterapkan di seluruh sekolah dibawah naungan Disdik Tubaba tanpa kecuali namun terkait sanksi pihaknya menyerahkan kepada kebijakan sekolah masing-masing.

Dengan ini ada pandangan berbeda” Tentang peraturan tersebut, justru yang disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tulangbawang Barat (LPA Tubaba), Elia Sunarto sebagai Aktifis anak mengaku tak sepaham dengan langkah Kadisdik Tubaba.

“Ini merupakan kebijakan kontra-produktif, sama kontroversial jika ada yang menggagas tes keperawan di kalangan pelajar,”  kata Elia Sunarto.

Kemudian, Elia menjelaskan bahwa kita harus konsisten tentang melindungi anak dan hak-hak anak, kalau ingin menghindari dampak negatif tentang penggunaan smartphone” bukan dengan cara ini membuat larangan.

Marilah Kita bisa sepakati larangan tentang membuka ponsel saat pelajaran berlangsung, dalam pengamatan Pegiat anak ini mengingatkan sekali lagi bahwa Tubaba sejak 2015 telah menginisiasi pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Dengan ini Langkah yang mestinya dibahas dulu di Gugus Tugas KLA, bukankah pihak Dinas Pendidikan itu jadi anggota dan pilar utamanya, Inikan sudah era serba digital, Anak memilik hak mendapatkan informasi sesuai usianya yang diakui undang-undang,” paparnya.

” Di Kesempatan ini, Bupati Tubaba Umar Ahmad pada September 2016 lalu menerima penghargaan dari PT Telkom Indonesia atas implementasi program Smart City Nusantara yang di laksanakan di Tubaba,Ada beberapa titik area publik (taman) Pemkab menyediakan fasilitas internet gratis (wifi), ini upaya memenuhi salah satu hak anak yang ada dalam konsep Kabupaten Layak Anak dan Larangan penggunaan smartphone bertolak belakang dengan konsep pendidikan.

“Bukannya Umar Ahmad baru – Baru ini mendapat suatu penghargaan sebagai Bupati inisiator Kabupaten Layak Anak dari pusat,”Jelas Elia Sunarto.

Reporter: Agus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 4 =