Bagikan
Gambar : Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas Perlindungan Anak bersama Anak di Deliserdang

TV10Newsgrup.Com, Medan -bagaimana dimaksud dalam ketentuan padal 81 ayat (1), (2) junto 76D atau pasal 82 ayat (1), (2) junto 76E UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Untuk itu Yuda Aswin (31) ayah kandung dari 2 anak masing-masing berusia 9 dan 10 tahun tersangka predator Kejahatan seksual di desa Bandar Kippa Percut Sei Tuan Medan atas perbuatannya terancam hukuman 20 tahun penjara bahkan hukuman seumur hidup.

“Jika tersangka terbukti melakukan kejahatan seksual terhadap putri kandung secara berulang-ulang, tersangka bisa dikenakan hukuman tambahan berupa Kebiri (kastrasi) dengan cara suntik kimia”, demikian disampaikan Ketua Umum Komnas Perlindungan Arist Merdeka Sirait kepada Awak media, Sabtu 09/02.

Menurut penuturan R (36) ibu kedua korban, perbuatan bejat dan menjijikkan yang dilakukan Yuda terhadap putri kandungnya terungkap setelah putri pertamanya melaporkan kepada ibunya R (36) bahwa Rabu 01 Desember 2018 pukul 03.00 dini hari, ayahnya menggesek-gesekan batang penisnya ke anus dan vagina korban sampai mengeluarkan sperma.” Bahkan setiap kali Yuda alias Amat melakukan perbuatan bejatnya terhadap putrinya, korban diancam untuk tidak memberitahukan kepada ibunya dan kepada siapapun.

Setelah mendengar laporan putrinya itu, kemudian ibu kandungnya mengintrogasi kedua putrinya dan muncullah pengakuan dari kedua putri kesayangannya itu bahwa kejahatan seksual sudah dilakukan ayah kadungnya berulang-ulang dengan penuh ancaman kekerasan sejak tahun 2015.

Mendengar peristiwa bejat ini, Berinisial R melaporkan peristiwa yang menyakitkan serta menjijikkan itu kepada Poltestabes Medan.

“Dalam Mengingat tersangka adalah orangtua kandung korban yang seharusnya menjaga serta melindungi anak anak, dan mengingat pula bahwa perbuatan Yuda merupakan tindak pidana kejahatan luar biasa (extraordinary crime) setara dengan tindak pidana Narkoba, Korupsi, Terorisme.

Arist merdeka Sirait percaya maupun yakin benar bahwa sahabat-sahabatku penyidik Unit PPA Polrestabes Medan tidak akan ragu untuk pastikan dalam menerapkan ketentuan tindak pidana luar biasa kepafa Yuda, sehingga Jaksa Penuntut Umum (JPU) diharapkan pula dapat menuntut tersangka dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Sementara itu, atas maraknya kasus kejahatan seksual terhadap anak baik yang dilakukan anak dan orang dewasa secara perorangan maupun bergerombol (gengRAPE) di kota Medan, maka sudah saatnyalah pemerintah segera membangun gerakan bersama memutus mata rantai kekerasan terhadap anak dilingkungan rumah, sekolah serta ruang publik dengan melibatkan peran serta semua lurah maupun anggota warga masyarakat di masing-masing lingkungan kelurahan.

Sebab kota Medan masuk urutan kedua dari 33 Kabupaten Kota setelah Kabupaten Deliserdang terbanyak dijumpai anak korban kekerasan. Sepanjang tahun 2018 saja di Deliserdang dilaporkan ditemukan 149 kasus kekerasan terhadap anak, sementara itu di Kota Medan dilaporkan 112 kasus.

Dengan demikian tidaklah berlebihan jika Kota Medan Darurat Kekerasan terhadap Anak dan tidak ramah serta tidak layak.” untuk Mengigat jumlah korban kekerasan di Kota Medan sudah cukup memprihatinkan.

Disinilah  anak membutuhkan penegakan hukum secara khusus pula (leg specialis), Dengan ini Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang diberikan tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan serta melindungi anak di Indonesia.” Hal ini tidaklah berlebihan jika mendorong Polrestabes Medan untuk menempatkan setiap laporan kekerasan seksual terhadap anak sebagai penegakan hukum secara khusus dan “extraordinary crime”, sehingga kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak yang dilaporkan masyarakat maupun pegiat perlindungan anak di Kota Medan tidak terlalu lama parkir dulu.

Namun Komnas Perlindungan Anak tidak ragu atas komitmen bapak Kaporestabes untuk penanganan kasus-kasus kejahatan yang menimpah anak”, Kata Arist Merdeka Sirait.(Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − twelve =