Bagikan

TV10Newsgrup.Com,Aceh

Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT meresmikan gedung rawat lnap kelas Ill RSUD Simeulue pagi tadi, Minggu (6/1).

Kegiatan peresmian gedung rawat inap yang berlangsung di pagi tadi sekitar pukul 10:00 wib, turut dihadiri Bupati Simeulue H. Erli Hasim, SH, S.Ag, M.I.Kom, Wakil Bupati Simeulue Hj. Afridawati, Asisten II Setda Aceh, Dr. Taqwallah, M.Kes, Kadis Kesehatan Aceh Dr. Hanif, kadis Perhubungan Aceh Ir. Junaidi dan Unsur Forkopimda serta kepala SKPK kabupaten Simeulue.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Dr. Hanif melaporkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue milik Pemerintah Kabupaten Simeulue yang melakukan operasional pelayanan pertama kali sejak 5 April 2002 yang memenfaatkan gedung Puskesmas Simeulue Timur , kemudian pada tanggal 11 Agustus 2004 RSUD Simeulue dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI di tetapkan sebagai rumah sakit Type C.

Kadis kesehatan Aceh menjelaskan, Pada tanggal 28 Agustus 2004 Menteri Kesehatan RI DR. Ahmad Sujudi meresmikan gedung baru RSUD Simeulue yang dibangun di atas Iahan seluas 3,88 Ha dengan total luas bangunan 10.351 m2.

Dengan dana APBD Kabupaten Simeulue dan APBN dan merupakan satu satunya rumah sakit yang ada di Pulau Simeulue yang terletak 105 mil dari daratan pulau sumatera.

“Alhamdulillah sampai saat ini seiring perkembangan pembangunan daerah dan fasilitas umun oleh Pemda setempat maka RSUD Simeulue sekarang telah memenuhu syarat dengan meniliki 116 tempat tidur, Dokter spesialis penyakit dalam 3 (tiga) orang, Spesialis anak 2 (dua) orang, kebidanan 2 (dua) orang, spesialis bedah 1(satu), spesialis saraf 1 (satu) termasuk beberapa dokter spesialis yabg bekerja sama dengan rumah sakit lain. RSUD Simeulue juga merupakan salah satu dari 14 rumah sakit di Aceh yang memiliki poli Hemodialisa serta salah satu dari 13 rumah sakit di Aceh yang memiliki ruang perawatan bagi penyandang sakit jiwa.

Masih terdapat beberapa gedung yang perlu dilakukan renofasi alhamdulillah dengan dana otsus tahun ini telah dapat diperbaiki beberapa fasilitas tersebut, tentang kekurangannya insyallah akan dilanjutkan dengan dana APBK 2019.

Sementara itu Bupati Simeulue H. Erli Hasim, SH, S.Ag, M.|.Kom dalam arahannya menyatakan, Bahwa Simeulue adalah sebuah kepulauan yang terletak diujung barat Sumatra dengan hanya memiliki 2jalur transportasi yaitu laut dan udara, hal ini menyebabkan pihak runah sakit terkendala bilamana terdapat pasien yang urgensi dan harus dilakukan perujukan kerumah sakit lain di Banda Aceh. Maka dari itu dengan hadirnya Plt. Gubernur Aceh di Kab. Simeulue ini nantinya bisa meninjau langsung bagaimana keadaan RSUD Simeulue ini, sehingga mudah-mudahan Plt Gubernur dapat membantu mensukseskan RSUD Simeulue meniadi rumah sakit yang mandiri dengan fasilitas pelayanan rumah sakit yang lebih lengkap agartidak perlu Iagi melakukan perujukan ke rumah sakit Iain.

Bupati mengatakan, Bahwa memang beberapa waktu Ialu terdapat ambulan udara yang digunakan pihak RSUD untuk merujuk pasien dengan cepat, namun karena terdapat sesuatu hal kendala sampai saat ini ambulan udara tersebut belum diaktifkan kembali, jadi kami kembali berharap kebijakan Plt Gubernur Aceh untuk membantu mengaktifkan ambulan udara itu Iagi seiring membangun kelengkapan fasilitas RSUD Simeulue ini, pintanya.

Bupati menyampaikan diperlukannya dana hibah untuk pembebasan tanah yang akan digunakan sebagai pembangunan ruangan, karna penambahan pasien yang sudah cukup banyak sehingga perlu dilakukan penambahan ruangan Iagi. Rencananya kami juga akan melakukan pemisahan ruangan antara pasien pria dan wanita bila penambahan ruangan tersebut telah selesai dilaksanakan.

Plt, Gubernur Aceh Ir. Nova lriansyah, MT dalam arahannya menyatakan, Sebagaimana halnya bidang infrastruktur, pembangunan sektor kesehatan juga merupakan program prioritas Pemerintah Aceh sebagaimana tercantum di dalam RPJM Aceh 20172022. Perhatian untuk bidang kesehatan mi termaktub di dalam Program Aceh Seujahtera dengan JKA Plus, dimana fokus utamanya tertuju pada peningkatan fasilitas rumah sakit, serta pemenuhan akses Iayanan kesehatan yang cepat, mudah dan berkualitas di seluruh Aceh. Untuk optimalisasi sektor kesehatan, Pemerintah Aceh senantiasa mengalokasikan kurang lebih 10% dari APBA untuk pembangunan bidang kesehatan.

Saat ini ada 27 RSUD yang tersebar di 23 Kabupaten/kota yanmelupakan satu-satunya pusat layanan kesehatan terbesar bagi 85 ribu penduduk di pulau ini. Lagi pula jarak pulau |n| dengan daratan Aceh cukup jauh, sehingga sangat tidak mungkin bagi masyarakat Simeulue untuk mendapatkan layanan cepat dari rumah sakit Iain. Karena itu, pengembangan rumah saklt |n| tldak bisa Iagi kita tunda”,Kata Plt Gubernur.

“Saya masih ingat, saat berkunjung ke Rumah Sakit ini pada 27 Maret lalu, saya melihat kondisi beberapa ruangan kurang begitu memadai. Ruang inap pasien juga sangat terbatas. Begitu juga dengan rumah singgah yang belum memenuhi standar minimal. Karena ituIah Iangkah revitalisasi per|u segera dijalankan. Alhamdulillah, sebagaimana kita saksikan hari ini, kegiatan revitalisasi itu telah selesai, sehingga terlihat je|as kalau flsik rumah sakit ini jauh lebih bagus dari sebelumnya. Bahkan rumah sakit ‘Ini juga telah memiliki Poli Hemodialisis, yakni fasilitas untuk cuci darah”, ucapnya.

Plt Gubernur berharap, pelayanan ini dapat lebih ditingkatkan seiring dengan selesainya revitalisasi Fisik Ruang Rawat Inap dan Rumah Singgah di rumah sakit ini. Apalagi akreditasi RSUD Simeulue ini hanya tinggal menunggu waktu setelah selesainya proses survey yang dilakukan Komisi Akreditasi Rumah Sakit pada Desember lalu. Apapun akreditasi yang diberikan, semua itu harus bisa menghadirkan semangat baru bagu manajemen untuk meningkatkan kinerja. Dengan demikian rumah sakit ini bisa menjadi andalan kita dalam mewujudkan Program Aceh Sejahtera demi kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik, tutupnya.

By: Monanda Phermana/ Reporter: Agus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven + seventeen =