Bagikan

TV10Newsgrup.Com, Jakarta – Disini Pernyataan Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olarga Republik Indonesia yang dituangkan dalam Suratnya Nomor : S.8.30.1/MENPORA/SET.BII/VIII/2019 yang ditujukan kepada KPAI tertanggal 30 Agustus 2019.

Oleh kerena itu, Menpora menyimpulkan bahwa tidak terlihat terpenuhinya unsur kegiatan yang dapat dikualifikasi sebagai tindakan eksploitasi sebagaimana diatur dalam batang tubuh maupun dalam penjelasan ketentuan pasal 13 ayat (1) huruf d UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Lebih lanjut Menpora menyebutkan bahwa Djarum Foundation yang merupakan pengelola dan CSR PT Djarum telah melaksanakan ketentuan pasal 27 huruf h dan huruf i serta pasal 28 huruf d dan pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau.

Bagi kesehatan maupun menggunakan nama dengan merek dagang dan logo produk tembakau termasuk brand image produk tembakau.

Tidak bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau dan Pernyataan Menpora melalui suratnya itu, dinilai Arist Merdeka Sitait selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak terburu-buru, tidak arief dan bijaksana, melukai hak anak atas dampak bahaya tembakau terhadap kesehatan serta cacat serta bertentangan dengan hukum, Senin (9/09).

Padahal sudah tidak bisa terbantahkan lagi bahwa penyelenggaraan Audisi Beasiswa Bulutangikis yang dilaksanakan PB Djarum di beberapa kota menggunakan brand image Djarum dan jersey yang dipakai ribuan abak sebagai peserta audisi berupa logo.

Spanduk, Banner Kaos, jaket dan atribut lainnya dengan merek Djarum yang identik dengan rokok Djarum sebagai sponsor utama melalui program Djarum Foundation.

Apakah ini tidak disebut sebagai pemanfaatan anak untuk mempromosikan dan memperkenalkan rokok kepada anak-anak, bukankan ini sebagai iklan terselubung.

“Jadi, Menpora sangat terburu-buru menyatakan tidak memenuhi unsur eksploitatif dan meminta PB Djarum. untuk meneruskan program pencarian bakat serta minat anak melalui kegiatan Audisi beasiswa Bulutangkis Djarum”.

Disinilah, Arist Merdeka Sirait justru menyayangkan sikap Menpora yang sesungguhnya patut dan wajib melindungi anak dari bahaya tembakau serta paparan asap rokok.

Selain itu, Arist menjelaskan, Menpora lupa bahwa sesungguhnya Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dipimpinnya ini bertugas dan berfungsi sebagai lembaga eksekutif untuk menjalan produk Undang-undang termasuk mengawal

Dan mengimplementasikan semua ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa bahaya produk tembakau bagi kesehatan.

Serta melarang menggunakan logo dan brand image produk tembakau yang melibatkan anak-anak serta mengendalikan iklan, promosi dan sponsorsip rokok. ” ironis memang.

Dalam polemik ini, justru Menpora terkesan dalam suratnya itu membela kepentingan industri rokok dan gagal paham terhadap ketentuan UU RI Nomor 35 tahun 2014 tetang perlindungan anak serta PP No. 109 Tahun 2012.

Maka Harapan Komnas Perlindungan Anak, Negara dalam hal ini Menpora tidak boleh kalah dengan kepentingan industri rokok.

Perlu diingat bahwa Komnas Perlindungan Anak dibentuk sejak tahun 1998 melalui mekanisme Forum Nasional Perlindungan Anak.

Untuk memberikan penghormatan, pemenuhan dan pembelaan serta perlindungan Anak di Indonesia.

Hal ini, sudah menjadi tugas dan fungsinya dalam menyuarakan suara anak dalam posisi apapun.

Sebab itu, anak di Indonesia harus mendapat perlindungan yang memadai termasuk membebaskan anak dari segala ekdploitasi, penganiayaan, Kekerasan, diskriminasi dan melibatan anak dalam kegiatan yang mengandung unsur eksplotasi.

Tentang pengembangan bakat dan minat anak sebagai hak anak yang diatur oleh Undang-undang tidak bisa dihilangkan dalam diri anak.

Dengan demikian Komnas Anak sangat mendukung program pencarian bakat dan tentu dengan syarat tidak melanggar hak anak.

Adapun ketentuan perundang-undangan serta peraturan pemerintah serta anak terbebas dari praktek eksploitasi dan sasaran dari iklan terselubung.

Sepanjang aturan itu dipatuhi, silakan jalan terus, Komnas Anak mendukungnya dan janganlah “tipu-tippu”, tegas Arist kepada awak media pagi ini.(@gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − 15 =