Bagikan

TV10Newsgrup.Com, Pati – Program Bedah Rumah Mulai dibahas Sekretaris Daerah (Sekda) Pati Suharyono kemarin, Hal ini untuk memberikan pengarahan dalam rangka koordinasi awal pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2019 dan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Ruang Pragolo Setda Pati, Sabtu (13)4).

Selama acara kegiatan tersebut dihadiri Sekda Pati, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim), dan para perwakilan penerima bantuan stimulan perumahan.

Hal ini bertujuan agar BSPS atau lebih dikenal sebagai program bedah rumah layak huni untuk warga Masyarakat yang Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sementara itu, Bupati Pati yang diwakili Sekda Suharyono mengatakan bahwa stimulan artinya perlu adanya swadaya berkali-kali.

“Maka yang  menjadi kendala adalah tidak ada swadaya makanya untuk pemerintah Kabupaten Pati sendiri jumlahnya sangat kecil seperti Rp 50 juta bagi orang yang tidak mampu.

Oleh sebab itu, Untuk mengentaskan kemiskinan serta pengadaan rumah itu tidak hanya dari Pemerintah Kabupaten saja. “Namun provinsi juga membantu dari pusat melalui BSPS”, kata Sekda Suharyono.

Pada kesempatan kali ini, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Pati Dadik Sudarmadji menegaskan bahwa BSPS adalah bantuan stimulan perumahan swadaya untuk warga masyarakat yang berpenghasilan rendah.

“Kenapa dikatakan stimulan, artinya masyarakat harus berswadaya lagi, tidak berupa uang namun tenaga dan material.

Untuk di tahun 2019 ini, Dadik menambahkan pihaknya mendapatkan 500 lokasi dimana masing-masing desa nantinya akan mendapat alokasi 25 unit atau 25 penerima manfaat Dan jumlah yang diterima penerima manfaat berjumlah Rp 17,5 juta per rumah”,Pungkasnya.(@gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen − 9 =