Bagikan

TV10Newsgrup.Com, Pati – Di Desa Dororejo Kecamatan Tayu kabupaten Pati telah dihadiri oleh Wakil Bupati Saiful Arifin didampingi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, dalam mengunjungi para petani tentang pembudidayaan ikan nila salin, Kamis (13/6).

Selama dalam kunjungan ini, Wakil Bupati serta kepala DKP berkesempatan mengadakan musyawarah bersama dengan para kelompok tani ikan nila salin.

Dalam musyawarah tersebut, juga membahas bagaimana cara mengatasi tingginya tingkat kematian ikan nila peralihan.

Dimana bibit ikan semula berada di air tawar harus dipindahkan ke air payau, lalu menetaskan atau membuat bibit sendiri yang kemudian dipasarkan serta mencukupi pangsa pasar untuk ikan nila siap untuk konsumsi.

Sementara itu, Wakil Bupati Saiful Arifin menuturkan, bahwa budidaya ikan nila salin saat ini merupakan potensi atau usaha yang cukup bagus untuk dijalankan serta dikembangkan.

“Oleh karena itu, Saiful Arifin beserta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan menyempatkan diri berkunjung serta sekaligus melakukan musyawarah bersama dengan para petani pembudidaya.

“Untuk Diskusi ini, kita membahas segala macam hal mulai dari kesulitan dan juga keberlangsungan dalam proses pembudidayaan ikan nila salin mulai dari bibit hingga  yang siap dikonsumsi”, kata Saiful Arifin.

“Ia pun mengatakan, segala permasalahan budidaya ikan nila salin perlu dipikirkan bersama. Maka Terkait bagaimana cara untuk memenuhi atau mencukupi bibit, yang kapasitasnya untuk se-Kabupaten Pati bahkan bisa lebih, bukan hanya untuk para petani didesa sini maupun sekitarnya saja.

“Tentang pembudidayaan ikan ini, sudah jelas membutuhkan bibit tak sedikit”,terangnya.

Sebab itu, harus perlu menggali potensi atau kesempatan yang ada. Pusat Perikanan Terpadu (Puskandu) Desa Dororejo ini, diharapkan Wakil Bupati supaya dapat menjadi sentra dari budidaya ikan nila salin di Kabupaten Pati bahkan bisa dipasarkan di luar daerah, Jumat (14/06).

“Saya selaku wakil dari pemerintah daerah pihaknya mengungkapkan tentang perhatian Pemerintah Kabupaten Pati,  yang sudah menyiapkan lokasi ini dengan luas sekitar 700 hektar.

Harapannya, lokasi ini dapat menjadi tempat pembenihan, tidak hanya pembesaran. Agar kedepan bisa untuk penyuplaian benih, tidak mengandalkan dari daerah – daerah lain.

“Tak hanya itu, menurut Bisri, yang merupakan salah satu ketua kelompok tani pembudidaya ikan nila salin Desa Dororejo menyebutkan, untuk saat ini, hambatan atau kesulitan tentang proses mengubah bibit nila air tawar di air payau.

“Demikian juga, dalan proses pengubahan tersebut tak sedikit ikan atau bibit yang mati,” tutur Bisri.

Pihaknya selaku petani bersama pemerintah daerah saat ini sedang membahas dan memikirkan untuk kedepan agar dapat membuat atau menghasilkan bibit ikan nila salin air payau.

Yang mana harapannya mempermudah petani, mengurangi tingkat kematian ikan dalam proses pembesaran. (@gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × four =