Bagikan

TV10Newsgrup.Com, Pati – Jauh sebelum ramai relokasi PKL pada tepatnya 2017, rupanya Doktor Siti Amaroh SE MSi merupakan dosen Ekonomi Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus pernah membimbing skripsi berjudul “Studi Komparasi Marketing Mix Pedagang Kaki Lima RS Soewondo dan Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Pati”.

Sementara itu, akademisi yang juga dosen tetap S2 Ekonomi Syariah justru mengungkapkan fakta menarik terkait PKL. “Kalau di marketing mix itu kan ada 4P yang mempengaruhi pemasaran seperti faktor product (produk), price (harga), place (tempat jualan), dan promotion (promosi).” Nah dari banyak penelitian, faktor harga itu yang paling punya pengaruh signifikan.

Apalagi, menurut Siti Amaroh, konsumen PKL cenderung sensitif terhadap harga. Beda dengan kuliner restoran, konsumennya tak akan begitu mempedulikan harga, justru tempat kadang lebih jadi perhatian.

“Untuk Lokasi dan tempat yang eksklusif, serba bersih, higienis, dengan pelayanan premium akan lebih dipilih oleh konsumen menengah ke atas”, tegasnya.

Saat ditanya pendapatnya tentang rencana relokasi PKL Alun-Alun, dosen ini punya pendapat sendiri. “Yang terpenting itu sosialisasi dari Pemerintah kabupaten pati.” Kalau memang tepat saya yakin pedagang akan mengerti.

Siti Amaroh SE MSi juga mencontohkan PKL di belakang GOR Wergu Kudus. “Di sana ramai karena selain mereka sudah punya pelanggan, juga karena di sana sering ada event dan kegiatan.mesti Masyarakat kan intinya cari hiburan sambil berkuliner ria.

Apalagi, kini warga masyarakat sudah banyak yang akrab dengan jasa pengantaran online semacam grabfood dan go-food. “Saya saja kalau beli makan cukup di rumah lalu pesan ke warung langganan lewat aplikasi itu. Jadi PKL mestinya juga sudah mulai memikirkan dua-duanya baik penjualan secara offline maupun online dan jika konsumen sudah cocok, maka mereka sendiri yang akan mencari penjual maupun pedagangnya”, Kata Siti Amaroh SE MSi.(Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten + nine =