Bagikan

TV10Newsgrup.Com, Pati – Wakil Bupati  Saiful Arifin hari ini berbaur dengan para petani di salah satu warung kopi milik warga Desa Tanjunganom Kecamatan Gabus.” Pertemuan ini sungguh istimewa sekali karena manfaatkan juga bisa mendengarkan kendala serta permasalahan warga masyarakat di wilayah tersebut khususnya dalam bidang pertanian.

Selain itu, ngbrol bareng sambil Acara ngopi yang diikuti lebih dari 20 orang Kelompok Tani Mekarsari dari warga desa setempat, Hal ini sengaja dilakukan Wakil bupati Saiful arifin lantaran dia sadar betul bahwa pertanian dan peternakan merupakan salah satu elemen pengungkit ekonomi di Pati.

“Saat diskusi bersama warga masyarakat setempat para petani yang sangat mengeluh sampai sekarang belum ada jawaban akan tetapi hari ini semoga wakil bupati bisa memecahkan problem ini tentang pertanian dan peternakan dari dinas terkait,” Tegasnya.

“Dengan Adanya Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan itu antara lain soal air yang merupakan kebutuhan sehari-hari para petani guna mengairi lahan pertanian saat musim kemarau.”Sebab wilayah setempat merupakan lahan tadah hujan.

“Ditambah lagi mereka juga harus menghadapi permasalahan hama tikus yang juga mesti dibasmi secara gotong royong atau dengan cara memelihara burung hantu”,imbuhnya.

Foto: Wakil Bupati Saiful Arifin Ngopi bersama Para petani

Saiful arifin pun berjanji akan mencari solusi terkait penyaluran air atau mengeboran sumber air guna meningkatkan produktivitas para petani.

Terkait alat setrum listrik yang dipakai untuk membasmi hama tikus Wakil bupati mengatakan bahwa dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Pati akan mengajak pihak terkait yakni PLN untuk berdiskusi guna mencari solusi terkait hal ini.

“Kami tidak ingin ada lagi kejadian warga masyarakat kesetrum lagi dan meninggal dunia akibat hal ini”, Kata Saiful Arifin.

Ditempat yang sama, Hadi warga Desa Tanjunganom RT. 05/RW. 02 menyampaikan sangat berterima kasih karena Wakil bupati Saiful arifin telah meluangkan waktu dan peduli dengan kondisi pertanian dan petani di Desa Tanjunganom.

“Tentang Persoalan ini yang utama adalah pengairan lahan sawah karena lokasi sekitar adalah tadah hujan dan sudah berlangsung sejak turun temurun. Kami berharap agar ada solusi pengairan sehingga produktivitas petani semakin meningkat”,Ungkap Hadi .( Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 1 =