Bagikan
Gambar foto: Ilustrasi

TV10Newsgrup.Com, Nasional – ketika asmara mulai tumbuh, rasa kangen selalu dalam bayang-bayang, setiap detik pengennya ketemu terus, inilah dua sejoli yang lagi kasmaran.

Awal jadian terasa dunia milik kita berdua, tapi berjalanan waktu sejoli ini  berbeda prinsip karena dulunya biasa sekarang jadi tak terduga.

“katanya masa pacaran menerima apa adanya, akan tetapi berjalannya waktu si dia malah berkeinginan yang berlebihan.

Kadang saya aja berfikir, telah lama menjalin hubungan yang dulu harmonis tapi sekarang merasa tidak nyaman. karena sifatnya yang dulu pendiam sekarang menjadi berlebihan, sedikit-sedikit marah ngak jelas dan kadang cemburu tidak tahu salahnya.

Tapi jika putus ada Alasannya karena status jomblo itu kesepian dan memalukan.

Pernah dengar kisah di atas? Sebenarnya, kisah seperti ini bukanlah fenomena yang hanya terjadi di Indonesia saja.

Berdasarkan survei dari eHarmony di Inggris misalnya, sebanyak 26 persen responden tidak mau putus hanya karena malu melajang.

Lalu, 56 persen lainnya juga tidak mau putus karena takut membuka lembaran baru.

Akan tetapi, Jet Veetlev, Love & Relationship Coach dari Kelas Cinta, berpendapat bahwa tidak mau melajang atau sendiri, ada salah satu alasan terbodoh untuk mempertahankan hubungan yang sudah rusak.

Dalam pesan yang diterima oleh awak media TV10Newsgrup.Com pada hari rabu (12/06) berinisial J menjelaskan bahwa yang perlu dipertanyakan ketika Anda sedang dalam situasi tersebut adalah apakah Anda mau terus berada dalam sebuah hubungan yang tidak sehat?

“Apakah anda mau terus berinvestasi bodong? Alias merugi? Anda curahkan waktu, tenaga, uang Anda pada sebuah hubungan yang nyatanya membuat Anda semakin menderita, bukan bahagia,” kata J.

Dari pada mempertahankan hubungan yang sudah rusak atau tidak ada ujungnya tersebut, Anda justru akan lebih berbahagia ketika melajang.

“Jomblo bukanlah momok, walaupun banyak sekali orang yang menertawakan status ini”, Imbuhnya.

“Seperti status jomblo justru berarti Anda memiliki kesempatan dan waktu untuk mengembangkan diri tanpa harus direpotkan dengan perasaan-perasaan cemburu, marah, sedih, dan kesal terhadap pasangan.

“Buat apa membuang waktu Anda untuk sesuatu yang akhirnya malah merusak diri Anda? Lebih baik single bisa happy dari pada pacaran penuh drama dan air mata, maka keinginan hati ini bisa dilihat mana itu kekasih yang setia maupun tidak”, Pungkasnya.(@gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × 4 =