Bagikan

TV10Newsgrup.Com, Pati – Pemerintah kabupaten Pati menyambut kedatangan Wakil Gubernur Provinsi Jateng Taj Yasin atau akrab disapa Gus Yasin.” Kami ucapkan Selamat datang.

Sebelum melaksanakan giat Sosialisasi tentang Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di Jawa Tengah Tahun 2019 untuk Eks Wilayah Karesidenan Semarang dan kabupaten Pati, Kamis (14/3).

Dalam acara tersebut yang hadir sekitar kurang lebih 120 peserta hadir terdiri dari Sekda dari Kabupaten/Kota di kedua Eks Wilayah Karesidenan dan para pimpinan DPRD, OPD terkait, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), dunia usaha serta Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

Oleh karena itu, wakil Bupati Pati Saiful Arifin juga hadir untuk menyambut kedatangan para tamu undangan dan pihaknya menuturkan bahwa sebagai tuan rumah berharap agar kegiatan semacam ini dapat semakin meningkatkan pemahaman maupun pengetahuan agar tetap komitmen bersama jajaran pemerintah daerah dalam melaksanakan berbagai program khususnya tentang kesejahteraan serta perlindungan bagi warga masyarakat miskin yang ada dikabupaten Pati.

Untuk Dari segi topografi terdiri dari wilayah pegunungan, dataran rendah dan pantai.” Maka, yang menjadi roda penggerak perekonomian di Kabupaten Pati, yakni pertanian, perikanan, peternakan serta perindustrian.

Sementara itu, kabupaten Pati dikenal dengan sebutan Bumi Mina Tani dan Menurut Saiful Arifin tentang Gerakan Noto Projo Mbangun Deso merupakan gerakan yang dilakukan sebagai landasan untuk menata dan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pembangunan yang dimulai dari tingkat desa.

“Semoga Realisasi gerakan Noto Projo Mbangun Deso telah memberikan dampak pada kualitas pendidikan, perbaikan infrastruktur, kesehatan, pertanian, UMKM serta kesejahteraan warga masyarakat.

Hal ini juga dapat dilihat dari angka kemiskinan yang menurun signifikan, yang mana tahun 2017 angka kemiskinan masih sebesar 11,38% sedangkan di tahun 2018 menurun menjadi 9,90%.” Inilah bukti nyata keberhasilan program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pati”, tegas Saiful Arifin.

Dikesempatan yang sama, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah Taj Yasin mengatakan bahwa dalam sosialisasi terkait SLRT ini, pihaknya berharap agar warga masyarakat segera menerima kepastian dalam hal mendapatkan program tentang Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan jambanisasi yang tergabung dalam PKH.

“Baik lagi tentang Program-program yang lainnya yang kita memang membutuhkan satu wadah untuk mendapat informasi, agar warga masyarakat dapat langsung bertanya.

Untuk wilayah di Jawa Tengah telah ada 10 Kabupaten yang melaksanakan ini tapi hanya tinggal menerjunkan 1 atau 2 orang sebagai operator untuk merespon pertanyaan masyarakat melalui program SLRT”, tegas Gus Yasin.

Selain itu, Gus Yasin pun berharap agar program ini dapat tersosialisasikan hingga ke tingkat desa agar warga masyarakat yang mau bertanya tidak perlu jauh – jauh mendatangi di kabupaten hanya cukup dari desa masing – masing wilayah setempat.

“Bahkan berdasarkan informasi dari Kementrian Sosial, sebenarnya aplikasi ini sudah ada, hanya saja tinggal siapa yang mau mengelola, menjalankan dan menjadi operatornya.

Kita memang sebenarnya butuh penggerak yakni warga masyarakat yang melek IPTEK dan  jangan yang tua namun yang muda yang dapat berlari kencang dalam menggunakan ini”, pungkasnya. (Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 + fifteen =