Bagikan

TV10Newsgrup.Com, Tubaba – Dalam keinginan memugar situs Keramat Gemol. untuk Keterangan ini disampaikan langsung Kepalo Tiyuh Panaragan kepada awak media saat berkunjung di kediamannya, pada hari Sabtu (05/10).

“Mitos Keramat Gemol adalah situs sejarah peninggalan moyang kami yang sudah lama dikenal orang.

Hingga hari ini, masih banyak orang berziarah, yang datang dari luar daerah bahkan dari tanah Jawa”, terang Zaibun Mu’in.

Sementara keramat Gemol diyakini merupakan makam Minak Gemol, nama lain dari Minak Indah bin Tuan Rio Sanak, panglima perang sakti mandraguna.

Disini diceritakan oleh sesepuh Tiyuh Panaragan, karena sombong dan melanggar adat, Minak Indah kemudian ditakdirkan tewas oleh sebuah tombak igel duduk milik Paduka Nunyai.

Selain hal ini, Niat Zaibun Mu’in memugar situs tersebut untuk merealisasikan keinginan warga.

Menurutnya, Keramat Gemol bila dikelola dengan baik bisa menjadi obyek wisata religi.

“Demikian juga Keramat Gemol situs penting untuk menelusuri sejarah peradaban nenek moyang kami.

Karena bertaut erat dengan situs-situs lain yang ada di Lampung, khususnya dalam Pengembangannya bertalian dengan kejayaan Kerajaan Sriwijaya di Sumatera dan Kerajaan Majapahit serta Kerajaan Banten di Tanah Jawa”, kata Zaibun Mu’in.

Oleh kerena itu, Ia menjelaskan, tak jauh dari Keramat Gemol terdapat 2 situs lain yang letaknya tidak berjauhan, yaitu Situs Benteng Keramat Gemol dan situs Benteng Prajurit Potinggelang yang berada di hulu Way Gemol masyarakat setempat menyebutnya Umbul Gemol dan Umbul Lebung.

Saat ini, sisa peninggalan benteng-benteng tersebut hanya berupa galian parit besar dengan lebar antara 4-6 meter.

Yang mulai cekung karena pendangkalan akibat perluasan usaha tani warga.

Selama ini, kepemilikan area pun ada ditangan warga. untuk pemiliknya ditanami singkong atau dijadikan perkebunan karet.

Maka tentang Kondisi saat ini menjadi keprihatinan masyarakat adat setempat. Tak lupa” Satria Ali, generasi muda yang juga adalah tokoh pemuda Tiyuh Panaragan berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat segera menunjukkan iktikatnya menjaga situs-situs bersejarah yang ada itu.

Untuk keterangan, Satria Ali juga menyebutkan ada beberapa situs lain yang ada di tiyuhnya diantaranya Makam Tuan Rio Sanak di Gunung Jaway (baca; jawi).

“Kalau kita belum mampu membangunnya saat ini tak apalah, tetapi lahirkan dulu niat dengan menerbitkan aturan penetapan cagar budaya tempat-tempat ini.

Jangan sampai tergerus kepentingan ekonomi, akibatnya situs menjadi rusak bahkan hilang”, papar Satria Ali, sebagaimana disampaikan intelektual muda Panaragan.

Adapun lokasi tersebut, di RK 3 Tiyuh Panaragan tepatnya berada di tepi Sungai Way Kiri, peziarah dapat menjangkaunya melalui perjalanan darat maupun sungai.

Selama perjalanan darat berjarak kurang lebih 3 km dari jembatan Panaragan atau 12-15 km dari destinasi wisata Tugu Rato naga Besanding melalui jalan poros Panaragan – Tegal Mukti Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Way Kanan.

Sebelumnya sudah pernah dipugar tahun 2002 dan dimekarkan menjadi Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Maka untuk akses jalan masuk ke areal itu, dari jalan poros sudah di lapen tetapi kondisi batunya mulai tabur.

Dengan adanya hal ini, Pemerintah Tiyuh Panaragan berencana untuk melakukan pengerasan jalannya mengunakan hotmix”, cetus Satria Ali . (Elia/@gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 − seventeen =