Bagikan
Gambar : Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia Arist Merdeka Sirait Bersama Anak- Anak SD

TV10Newsgrup.Com, Jakarta –  Untuk mengakhiri derita anak bernama Ilham (17) sebagai pecandu rokok dan menjadi korban kekerasan fisik dari masyarakat akibat perbuatan.

Karena tingkah lakunya yang seringkali ketahuan mencuri uang, barang dan handpone untuk membeli kebutuhan rokok serta keperluan lain.

Akhirnya anak bernama Ilham ini mendapat hukuman pasung di kandang kambing oleh keluarganya.

Kini Ketua Umum Perlindungan anak Arist Merdeka Sirait mendesak Dinas Kesehatan Sukabumi, Jawa Barat untuk segera melakukan “assesment” kembali untuk mengetahui terapy apa saja yang diperlukan Ilham.

Untuk cara lain untuk menyembuhkan Ilham dapat juga mengkarantinanya untuk mendapat bantuan re- integrasi psikososial atas ketergantungan dengan rokok dan apa benar perubahan prilaku Ilham karena dampak dari mengkomsumsi tembakau, Senin (7/10).

Selanjutnya dalam keterangan Arist Merdeka Sirait meminta kepada masyarakat yang menemukan prilaku dan perbuatan Ilham untuk tidak melakukan kekerasan dan main hakim sendiri.

Oleh karena itu, Arist mengatatakan akan segeta bertulis surat dan berkordinasi dengan Pemerintah Sukanumi khususnya Dinas Kesehatan guna mencari solusi terbaik untuk menyelamatkan Ilham dari deritanya.

Demikian juga, Komnas Perlindungan meminta keluarga khususnya orangtua Ilham untuk tidak lagi menghukumnya dengan cara memasungnya di kandang kambing.

Sekali lagi, Arist juga meminta kepada para pegiat anti tembakau di Indonesia untuk memberikan pertolongan dan advokasi bagi Ilham dan keluarganya.

Dalam kesempatan terpisah, orang tua Ilman meminta kejelasan tentang hukuman apa yang pantas bagi anaknya itu.

Pasalnya remaja yang sejak kecil dikenal sebagai pecandu rokok tersebut kerap mendapatkan tindakan kekerasan dari warga sekitar rumahnya akibat ula Ilham yang sering mencuri handphone atau barang berharga lainnya.

Warga inginnya Ilham ini terus dikurung di kandang domba agar tidak meresahkan lagi.

Saya juga tadinya mau lapor polisi tapi dipikir-pikir lagi juga lihat kesalahan Ilham.

Jadi hukuman apa yang pantas bagi anak yang sakit seperti ini, penjara rehabilitasi atau hukum rimba.

Saya juga bingung ucap ayah Ilham Umar kepada sejumlah awak media Sabtu 5 Oktober 2019.

Sementara Umar mengatakan sesungguhnya dirinya tidaklah menerima anaknya terus diperlakukan seperti itu,

Bahkan saat dikurung di kandang domba Ilham sempat kesulitan bergerak tidak bisa makan seperti biasanya akibat rasa sakit yang dialami Ilham setelah dipukuli warga.

“Dulu mah, Ilham ini disebut anak negara dan anak asuh Pemda karena diangkat oleh salah satu dokter di Cisaat Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Sukabumi”, terang Umar.

Selain itu, Ayah Ilham bahkan mengaku menjual rumahnya demi pengobatannya agar supaya sembuh.

Di mana waktu itu Ilham sempat menjalani pengobatan di RSUD Syamsudin SH selama kurang lebih 1 tahun.

Sehingga saat ini, keluarganya tersebut hanya tinggal di sebuah gubuk berukuran 4 X 1,5 meter.

Selama Dirumah sakit 1 tahun rawat inap 3 kali selama 20 hari, lalu berobat jalan ke dokter syaraf tapi tidak ada perkembangan.

Pemda sudah tahu kondisi Ilham, keluarga pun sudah minta Ilham diobati tapi jawabannya selalu sama.

Katanya itu adalah luka lama, juga bosan katanya masa Ilham terus diobatin”, Terang Umar.

Kemudian sang ibunda Ilham NENA mengulas pada bulan Maret 2019 kemarin Ilham sempat disebut-sebut akan dibawa ke Bogor untuk diobati tetapi sampai sekarang pengobatan itu tidak terlaksana.

Ayahnya pernah mengajukan ke Kecamatan Nagari untuk mendapatkan pengobatan karena khawatir terus diperlakukan seperti itu.

Dari bayi memang Ilham sudah step ditambah sering dipukuli warga walaupun memang karena kesalahannya”, jelas Nena.

Diberitakan sebelumnya Ilham saat berusia sekitar 7-8 tahun sempat menjadi sorotan publik dan media nasional.

Hingga media internasional pada tahun 2000 silam. Hal itu lantaran Ilham yang sudah menjadi perokok berat di usianya yang masih sangat belia. Ilham yang beranjak remaja sekarang sudah berusia 17 tahun.

Untuk memastikan keberadaan dan kondisi Ilham, selain berkordinasi dengan Dinas Kesehatan maupun Dinas Sosial Sukabumi.

Komnas Perlindungan Anak Indonesia mengagendakan segera menurunkan Tim Relawan Sahabat Anak Indonesia dan Komnas Anak perwakilan Jawa Barat untuk menemui Ilham dan keluarganya di Rimahnya di Sikabumi.(@gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 + 13 =