Bagikan

TV10Newsgrup.Com, Jakarta – Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia Arist Merdeka Sirait, mengatakan kepada awak media di Studio Komnas ANAK TV di Jakarta Timur, pada hari Jumat (04/10).

Adapun salah satu langkah strategis untuk menyelamatkan anak Indonesia dari penanaman paham radikal, ujaran kebencian, dan intoleransi adalah dengan cara mengembalikan fungsi dan sistim kekerabatan serta nilai-nilai kebersamaan sebagai gerakan terpadu perlidungan anak berbasis kampung, desa atau bermasyarakat.

Selain itu, Arist juga memberi penjelasan, bahwa gerakan perlindungan anak terpadu, terorganisir dan berkesinambungan.

Hal itu haruslah diintegrasikan dengan program dalam kegiatan pemberdayaan anak dan perempuan di setiap pedesaan.

Semua ini, untuk memperkuat ketahan dan solidaritas keluarga di pedesaan, hendaknya setiap kepala desa menggunakan hak konstitusional mengeluarkan Peraturan Desa (Perdes) yang mengikat masyarakat secara hukum guna menjaga serta melindungi anak.

Segala apapun upaya untuk melindungi dan menangkal anak dari penanamam paham radikalisme, intoleransi dan ujaran kebencian yang dilakukan oleh orang terdekat.

Dan lingkungan sosial anak tersebut adalah dengan cara memperkokoh ketahanan maupun fungsi keluarga sebagai basis atau garda terdepan.

Maupun memberikan pendidikan nilai-nilai agama, sosial, solidaritas terhadap kemanusian dan kesamaan hak.

Disamping itu, dapat juga dilakukan dengan mengembalikan sistim kekerabatan yang sudah mulai ditinggalkan masyarakat.

Ditambahkan lagi, untuk mengeksekusi maksud ini, Komnas Perlindungan Anak bersama Polres Cianjur, Jawa Barat dan Komnas Perlindungan Anak perwakilan Jawa Barat dalam kunjungannya ke maskas Polres Cianjur pada hari Selasa (01/10).

Pada kesempatan kali ini, Kapolres bersama Wakapolres dan Satreskrimum menyepakati betapa perlunya menyelenggarakan kegiatan “parenting skill”, ditengah-tengah kehidupan masyarakat desa,

Dengan melibatkan para guru-guru PAUD dan ibu-ibu Bayangkari, bagaimana cara mendidik anak yang baik.

Bagaimana tentang formulasi yang ideal dalam mengelolah keluarga yang bebas dari kekerasan.

Seperti ini sebagai upaya untuk menangkal penanaman paham radikalisme dan ujaran kebencian ditengah kehidupan anak-anak di wilayah hukum Polres Cianjur.

Diwilayah jawa Barat, bahkan di Indonesia yang telah mengkhawatirkan tumbuh kembang anak ini.

Tak lupa, Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi perlindungan anak yang diberikan mandat, tugas dan fungsi melindungi anak-anak di Indonesia.

Kami disini sangat mendukung rencana dan gagasan brilian Polres Cianjur untuk segera menyelenggarakan serta memberikan akses bagi anak-anak di seluruh pedesaan di Cianjur untuk dilatih maupun dididik menjadi Polisi Cilik (Porcil).

“Maka melalui kegiatan Porcil ini, diyakini dapat memperkokoh pemahaman anak atas nilai-nilai kebangsaan, NKRI budaya dan kebersamaan diantara anak,” jelas Kapolres.

Oleh kerena itu, kegiatan ini juga diyakini sebagai salah satu bentuk dan cara memberikan akses kepada anak maupun mengembangkan minat bakat anak serta akses bagi anak di pedesaan agar memanfaatkan waktu luang untuk budaya.

Tentang Pengembangan bakat dan minat anak adalah salah satu hak anak yang diatur dalam Konvensi International PBB tentang Hak Anak tahun 1989 maupun UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak termasuk didalamnya memberikan akses kepada anak pedesaan untuk bebas menyuarakan dan mengeluarkan pendapat.

Demikian hal ini yang disampaikan Kapolres Cianjur AKBP Juang AF di kantornya pada hari Selasa (01/10) kepada Komnas Perlindungan Anak Indonesia dan Pengurus Komnas Anak Perwakilan Jawa Barat.

Untuk Pendidikan sebaya di lingkungan sosial anak dipedesaan dan pembentukan jaringan Forum Anak.

Disini Desa juga salah satu cara yang jitu untuk memberikan akses bagi anak mengembangkan bakat minatnya.

Selama waktu luang dan kegiatan budaya sebagai upaya melakukan deradikalisasi bagi anak yang terpapar paham radikal, intoleransi dan ujaran kebencian”, tutur AKBP Juang AF

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak Dhanang Sasongko usai bertemu Kapolres dan Wakapolres Cianjur menyebutkan bahwa anak harus bertumbuh dan berkembang secara wajar, bebas dari kekerasan, eksploitasi maupun perlakuan salah serta diskriminasi.

Sebagai Fungsi keluarga harus mampu mendidik anak dengan pola pengasuhan yang baik, bersahabat dan ramah pada anak.

Hal ini perlu diketahui, untuk anak juga mempunyai harkat dan martabat sebagaimana dimiliki oleh orang dewasa juga yang patut dihargai.

“Sebab, anak-anak harus kita lindungi secara maksimal dalam situasi apapun. Semua ini adalah amanah dan titipan yang dianugerahkan Allah.

Marialh kita bersama mempunyai kewajiban maksimal untuk melindungi anak dalam kondisi dan situasi apapun.

Agar bisa mewujudkan keinginan dan kerjasama memutus Mata Rantai Anak terpapar paham radikal, intoleransi, ujaran kebencian.

Supaya segera dalam waktu dekat akan dideklrasikan berdirinya Kantor Perwakilan Komnas Perlindungan Anak di Kabupaten Cianjur.

“POKJA Perlindungan Anak dan personalianya sudah disiapkan oleh saudara Enggang Ketua Komnas Anak perwakilan Kabupaten Garut yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas.

Akan tetapi hanya saja masih menunggu kordinasi dengan Bupati dan jajaran pemerintahannya serta “stake holders” perlindungan Anak di Cianjur.

Singkat pesan moral Arist Merdeka Sirait saat mengakhiri wawancara Bersama awak media”, tandasnya.(@gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four + six =