Bagikan

TV10Newsgrup.Com, Jakbar – Untuk Menyikapi kondisi negara Indonesia yang sedang menghadapi persoalan besar terutama disintegrasi bangsa di Papua.

Polres Metro bersama tiga pilar mengajak tokoh masyarakat Papua yang ada di Jakarta Barat untuk melaksanakan Budaya Papua.

Dengan tema “Papua adalah Kita Bersatu Merajut Indonesia” di pelataran lapangan Museum Fatahilah, Taman Sari Jakarta Barat.

Acara tersebut dihadiri ratusan ribu masyarakat dan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi Sik. MH, Walikota Jakarta Barat H Rustam Efendi S Sos, Dandim 0503 Jakarta Barat Letkol Valian Wicaksono S Sos, Staf Khusus Kepresidenan asal Papua, Kepala Suku Papua, Kajari Jakarta Barat, PJU Polres Metro Jakarta Barat bersama Kapolsek jajaran, warga Papua yang ada di Jakarta Barat, Mantan Gubernur Papua Mama irene Maliboi, Puteri Indonesia asal Papua, serta perwakilan budaya seluruh Indonesia.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi Sik MH mengatakan, bahwa Indonesia sudah darurat sara, apalagi dengan dua peristiwa yang terjadi di Papua dan penistaan agama.

“Semoga dalam acara ini, untuk merekatkan kembali persatuan bangsa kita khususnya di Jakarta Barat.

Dengan hal ini, mudah-mudahan dari sini, Indonesia akan semakin bersatu,” kata Kapolres Metro.

Tak lupa juga, Kombes Hengki Haryadi berharap acara ini bisa menjadi perenungan bagi masyarakat khususnya Jakarta Barat.

Agar terus menjaga persatuan dan tak gampang percaya dengan berita hoax.

Selain itu ada juga, artis penyanyi kawakan berasal dari Bumi Cendrawasih Papua, Edo Kondologit.

Serta mendeklarasikan dirinya sebagai putra asli Papua yang merupakan bagian dari bangsa dan negara Indonesia.

“Saya Papua, saya bagian dari bangsa Indonesia. Kita Papua,” kata Kombes Pol Hengki Haryadi saat mengisi acara.

Disinilah “Papua adalah Kita” di Taman Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta Barat, pada hari Jumat malam (6/9).

Oleh kerena itu, Ia menyatakan turut prihatin dengan kerusuhan yang terjadi di Papua.

Dia menyebut luka Papua juga merupakan luka bagi Indonesia.

“Disitulah Edo, meminta semua pengunjung Kota Tua, tak terkecuali jajaran Pemerintah Kota, Polri, dan TNI yang berdinas di wilayah Jakarta Barat, menjadi bagian dari Papua.

“Dengan hal ini, dia minta kita semua jadi orang Papua. Artinya kita kulit hitam, kulit putih, rambut keriting, rambut lurus, mata sipit, mata menyala, kita semua Indonesia, betul to?” Imbuhnya.

Setelah itu, Edo membawakan tembang perekat kebangsaan, “Aku Papua”, dan mengajak seluruh lapisan masyarakat di lokasi ini untuk bernyanyi bersama.

“Kami juga mengucapkan terima kasih. kita semua bersaudara dan marilah semua satu kesatuan Bhineka Tunggal Ika.

Kita dari suku, agama, dan kebudayaan yang berbeda, kita semua Indonesia,” terang Edo.

Sekali lagi, Kapolres pun sekaligus membacakan Puisi yang berjudul Papua adalah Kita. Adapun isi puisi yakni

Saudaraku,Ketika orang berkata, banyak negeri yang indah di dunia. Tapi bagi kami tidak, negeri terindah itu namanya Indonesia.

Ketika orang berkata, banyak tempat yang indah di dunia.Tapi bagi kami tidak, tempat terindah itu Papua.

Burung Pinguin memang indah, tapi tak seindah burung Cendrawasih.

Air terjun Niagra Indah, tapi tak seindah raja Ampat.

Tarian Samba katanya juga indah, tapi tak seindah tarian sajojo.

Burung Kasuari, Raja Ampat, tarian sajojo dan ribuan keindahan yang lain ada di tanah Papua.

Untuk Kegiatan acara ditutup oleh tarian serta lagu Papua, budaya Papua bersama Kapolres, Walikota, dan Dandim jakarta Barat”, pungkasnya.(Ash/@gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four + thirteen =